Selasa, 04 Oktober 2016
Mutimu'alo
Desa Ulanta merupakan salah satu Desa di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Desa ini masih mempertahankan adat dan tradisi nenek moyang, seperti “Mandi Di Sungai Setelah 7 Hari, Jika Salah Satu Dari Keluarga Ada Yang Meninggal Dunia” dalam bahasa Gorontalo yaitu (MUTIMU’ALO).
Kehilangan anggota keluarga yang meninggal dunia bisa menimbulkan kesedihan mendalam. Dalam situasi seperti itu, keluarga biasanya segera menyelenggarakan tradisi Mutimu’alo. Prosesi itu dilakukan tepat tujuh hari sejak meninggalnya anggota keluarga yang bersangkutan.
Caranya, seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan mandi bersama. Tidak sembarang mandi, acara itu harus dilakukan oleh pemuka adat. Satu demi satu anggota keluarga mendapat siraman air dari sang pemuka adat.
Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan tradisi Mutimu’alo dilakukan. Menurut salah seorang pemuka adat di Ulanta, tradisi Mutimu’alo bertujuan menghilangkan kesedihan anggota keluarga.
Ada kepercayaan, kesedihan akibat kehilangan anggota keluarga bisa larut dalam air yang disiramkan saat mandi. Selain itu, selesai mandi, badan terasa segar sehingga pikiran segar dan kesedihan pun terhapuskan.
Meski sekadar mandi, ada beberapa aturan yang harus diterapkan saat Mutimu’alo. Selain harus dilaksanakan saat tujuh hari meninggalknya sang anggota keluarga, lebih afdol jika prosesinya dilakukan sore.
Sebelumnya, pihak keluarga harus menyediakan tiga butir kelapa yang belum dikupas. Ketiga butir kelapa itu diikat untuk kemudian dijadikan tempat duduk bagi keluarga yang ditinggalkan sang mendiang.
Anggota keluarga lainnya menyediakan daun mangga, sisiru, parang, serta sebutir kelapa yang telah dikupas. Setelah semua perlengkapan tersedia, seluruh anggota keluarga berjalan bersama meninggalkan rumah menuju sungai yang menjadi lokasi prosesi.
Saat keluar rumah, mereka harus lewat pintu depan dan saat kembali dari prosesi harus masuk lewat pintu belakang. Yang unik, sebelum mereka masuk ke rumah,harus mengelilingi rumah sebanyak 3 kali dan ssat mereka masuk ke rumah, ada orang yang mengagetkan mereka dengan memukul-mukul benda sebagai bunyi-bunyian.
Di tengah prosesi mandi bersama itu, baju anggota keluarga yang sudah meninggal dihanyutkan. Baju-baju tersebut disertakan pada benda-benda lain yang sudah disiapkan untuk dihanyutkan. Meski tradisi, pelaksanaannya tidak terlalu ketat. Jika rumah yang kesusahan jauh dari sungai, prosesi mandi bersama bisa dilakukan di sumur.
Di Desa Ulanta ini tradisi Mutimu’alo termasuk salah satu prosesi adat yang wajib dilakukan. Karena tradisi Mutimu’alo merupakan salah satu khasanah kebudayaan Gorontalo yang harus dipertahankan. Ini juga salah satu warisan kekayaan adat istiadat untuk generasi kita kelak.
Langganan:
Postingan (Atom)
